Senin, 19 Februari 2018

Review Novel [Twice Loved]



Judul buku : Twice Loved
Penulis : Lavyrle Spencer
Penerbit : Gagas Media
Penerjemah : Endang Sulistyowati
Tebal buku : 616 hlm
Tahun terbit : 2012
ISBN : 979-780-592-1
Rating : 3,5 / 5

Kekejaman takdir! Ya, begitulah buku ini. Keputusasaan membuat Laura melakukan sesuatu yang kemudian membuat hatinya hancur setelah mengetahui yang sebenarnya.

Aku tidak tahu bagaimana menilai setiap karakter karena sebagai pembaca, nampaknya mudah untuk menentukan apa yang aku yakini sebagai hal yang benar, membuat aku kesal jika karakter tersebut bahkan tidak dapat bertindak atasnya. Tapi kenyataannya, tidak semudah itu.

Aku tidak begitu terikat dengan karakter utama & bagaimana semuanya dimainkan, jalan keluar yang mudah. Tapi aku harus mengatakan bahwa terlepas dari itu, penulis memberikan alasan bagus yang membuat aku menerimanya sebagaimana adanya. Tidak ada cara lain yang lebih cocok untuk mengakhiri semua kesengsaraan mereka.

Ceritanya lambat tapi sepertinya mencakup semua aspek yang dibutuhkan jadi bagus. Tidak terlalu tergesa-gesa jadi semuanya terjatuh dengan sempurna. Meskipun aku harus mengatakan bahwa sekitar 91% tanda, rasanya agak norak, membaca beberapa halaman terakhir buku ini.

Aku tidak suka tema second chances yang rawan bahaya seperti novel ini. Second chances hanya cocok jika  kedua pihak tidak terikat pada orang ketiga.

Second chances di buku ini tergelincir pada perselingkuhan. Aku tidak bisa memaafkan dengan perselingkuhan selama masih ada pernikahan sah Laura & Dan yang masih menaungi mereka.

Namun aku salut juga dengan persahabatan yang mengakar kuat diantara mereka bertiga. Ketika Dan sekarat, Laura dan Rye sekuat tenaga merawat Dan & tidak membiarkan si bodoh ini meninggalkan alam fana. Poin ini menaikkan satu poin lebih. Kesetiaan persahabatan harus tetap dijunjung walaupun aku tahu sulit dilakukan oleh Rye & Laura. Mungkin kalau "noda perselingkuhan" tersebut tidak ada, novel ini masih lumayan, walau menurut aku ceritanya terlalu bertele-tele & perlu diringkas sehingga tidak kepanjangan seperti ini.

Aku menyukai tulisan Lavyrle Spencer. Dia sangat rinci & menyeluruh sehingga pembaca tidak dapat menahan diri untuk tidak terbawa dalam setiap karakter & emosi. Aku tidak suka cerita dimulai dengan Rye pulang ke rumah. Aku pikir akan jauh lebih baik jika dimulai dengan prolog yang merinci hubungan asmara antara Rye & Laura. Kita bisa melihat sekilas masa lalu di sepanjang buku ini, tapi aku tidak pernah benar-benar merasakannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tipu Daya Syaithan

Kalian tahu tidak jika Syaithan itu bukanlah sesosok makhluk yang menyeramkan, bukan seperti kuntilanak, pocong, dll. Tapi, Syaithan itu ada...