Minggu, 11 Maret 2018

Tipu Daya Syaithan

Kalian tahu tidak jika Syaithan itu bukanlah sesosok makhluk yang menyeramkan, bukan seperti kuntilanak, pocong, dll. Tapi, Syaithan itu adalah sifat. Jika kita keluar dari ketaatan dan mulai melakukan kemaksiatan, hal-hal yang Allah tidak suka, itu artinya kita dalam pengaruh syaithan.

Syaithan apa saja sih yang suka mengganggu kita sehari-hari? Yuk simak penjelasan selengkapnya:

Kalian tahu tidak siapa musuh kita yang sebenarnya itu? Siapa yang tidak suka dengan kita itu?

Musuh kita selalu tidak ingin melihat kita beriman dan melakukan kebaikan, mereka selalu menghalangi-halangi langkah kita untuk taat kepada Allah dan dia itu adalah syaithan.

“Sungguh, syaithan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh.” (QS. Fathir 6)

Kita semua wajib mengetahui siapa musuh kita, supaya kita tidak tersesat dan terjerumus oleh bujukannya, syaithan itu ingin kita hancur, gagal, sedih dan menyesal sampai akhir hidup kita. Maka sadarkan diri kita dan teruslah berlindunglah kepada Allah supaya kita tidak terkena.

Penting sekali untuk kita memahami, siapa sih sebenarnya Jin, Iblis dan Syaithan itu. Dengan kita bisa mengenal mereka, insyaAllah kita bisa juga berhati-hati dan mewaspadai kemudhorotan yang berasal dari ulah mereka.

Yang pertama yaitu Jin,

 "Dan Aku tidak menciptakan Jin dan Manusia, melainkan untuk beribadah kepada Ku" (QS. 51:56).

Jin adalah makhluk Allah yang terbuat dari api yang sangat panas. Sebelum diciptakannya manusia, Jin dan Malaikat ini menetap di Surga. Mereka begitu patuh dan taat kepada perintah Allah sesuai dengan tujuan diciptakannya. Karena ketaatan mereka, Allah senantiasa meninggikan derajat mereka di Surga. Hanya saja ketaatan Jin berubah, ketika mereka mendengar rencana Allah akan menciptakan Makhluk yang terbuat dari tanah untuk menjadi Khalifah di muka Bumi.

Yang Kedua Iblis,

"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka mereka pun sujud kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka dia mendurhakai perintah Tuhannya. Pantaskah kamu menjadikan dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain Aku..." (QS. 18:50)50.

Sesuai dengan firman Allah diatas, menjelaskan adanya pembangkangan yang dilakukan oleh sebagian dari Jin (yang dulunya mereka taat kepada perintah Allah). Hal ini pun menerangkan, mengapa Allah menyematkan gelar Iblis ini, disebabkan karena kesombongan Jin sendirilah yang membangkang atau fasik terhadap perintah Allah untuk sujud kepada Nabi Adam. Hingga Akhirnya Allah tetapkan bagi iblis, Nerakalah tempat tinggalnya.

Lalu yang Ketiga, yaitu Syaithan,

"Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman." (QS. 7:27)

Dalam ayat tersebut, ada perubahan julukan yaitu dari iblis menjadi Syaithan. Karena setelah iblis dikabarkan bahwa tempat tinggal mereka adalah Neraka, maka para iblis itu meminta izin kepada Allah untuk menunjukkan kehebatannya dalam menggoda Nabi Adam dan keturunannya agar tersesat dan menemaninya di Neraka. Oleh karena kesombongan dan kepicikannya yang memiliki rencananya untuk menyesatkan manusia, maka Allah sematkanlah nama baginya Syaithan. Yaitu segolongan jin yang akan terus menghasut manusia, agar tersesat dan tidak akan berhenti sampai hari kiamat kelak.

Hal ini, penting sekali kita ketahui, agar kita sebagai manusia mengetahui seperti apa kehidupan sebenarnya Jin, iblis dan Syaithan itu. Sehingga kedepannya, kita memiliki bekal dan pengetahuan untuk melawan hasutan-hasutan Syaithan.

Setelah kita membahas apa Syaithan itu. Kini kita akan mencari tahu, bagaimana cara Syaithan untuk menggelicirkan manusia dari kebenaran Allah, hingga bisa menjadi budak mereka?

Yang pertama adalah, Setan mengajak manusia untuk berbuat keji. Sesuai dengan yang Allah firmankan,

إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاء وَأَن تَقُولُواْ عَلَى اللّهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ –١٦٩-

“Sesungguhnya (setan) itu hanya menyuruh kamu agar berbuat jahat dan keji, dan mengatakan apa yang tidak kamu ketahui tentang Allah.” (Al-Baqarah 169)

Maka sudah dipastikan setiap pemikiran atau niat jahat yang timbul dari diri kita adalah pemikiran yang berasal dari Syaithan. Dan jika kita membiarkannya tetap berada dalam pikiran kita atau bahkan kita ikuti kemaunnya, itu artinya kita telah selangkah masuk dalam golongan para Syaithan.

Yang kedua yaitu, Menakut-nakuti manusia dengan kemiskinan.

Manusia paling takut dengan kemiskinan, melalui selah ini setan mengambil kesempatan untuk menakut-nakuti manusia agar dia menghalalkan segala cara untuk lepas dari kemiskinan. Dengan cara ini juga setan mengajak manusia untuk kikir dan menimbun hartanya.

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِالْفَحْشَاء -٢٦٨-

“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir).” (Al-Baqarah 268)

Yang ketiga yaitu, Janji palsu dan Angan-angan kosong.

Setan sangat lihai sekali untuk membuai pemikiran manusia. Kita diimingi-imingi dengan keindahan, kemapanan, kesenangan, dan kemakmuran dalam hidup. Padahal kebahagiaan yang menyelamatkan bagi seorang muslim adalah tidak ada lain selain mendapat Ridho Allah Ta'ala, entah itu dalam keadaan mudah ataupun sulit.

يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيهِمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلاَّ غُرُوراً -١٢٠-

“(Setan itu) memberikan janji- janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka.” (An-Nisa’ 120)

Menciptakan kebencian dan permusuhan.

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاء فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ اللّهِ وَعَنِ الصَّلاَةِ فَهَلْ أَنتُم مُّنتَهُونَ -٩١-

“Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan shalat maka tidakkah kamu mau berhenti?” (Al-Ma’idah 91)

Inilah yang paling disukai Syaithan kepada ummat muslim, yaitu perpecahan dan permusuhan. Karena dengan berpecah dan bermusuhan, ummat muslim tidak lagi saling mengingatkan dalam taat. Padahal, untuk menuju ketaatan yang sempurna, bisa diraih jika ummat muslim selau menjaga dan menguatkan satu sama lain dalan Syari'at Allah. Oleh karenanya kini tak usah heran, jika banyak ummat muslim yang jauh dari Islam, karena memang kondisi ummat muslim kini sedang terpecah belah dan ini adalah pencapaian terbesar Syaithan dalam menyesatkan Aqidah ummat Islam.

Sekarang kita membahas Tahapan-tahapan menyesatkan Syaithan:

WASWASAH

Tahap pertama adalah al-waswasah atau bisikan. Dalam bahasa arab, waswas itu juga memiliki arti suara gemericik emas dan perak. Artinya, bisikan setan itu disenangi manusia karena terlihat indah dan nikmat.

الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ -٥-

“Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia” (An-Nas 5)

Cara membedakan antara bisikan setan dan bisikan yang lain sangatlah mudah. Caranya dengan mengukur apakah bisikan itu mengajak untuk melanggar ketentuan Allah atau tidak. Walau terlihat indah, jika bisikan itu mengajak kita melewati batas larangan Allah maka itu pasti bisikan setan. Waswas yang dimaksud bukanlah penyakit yang menimpa orang peragu. Yang menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk berwudhu. Yang ketakutan dengan najis hingga membasuh berulang kali. Walau sebenarnya keraguan ini murni ulah setan.

HAMAZAH

Tahap kedua ini mirip dengan yang pertama. Masih berupa bisikan untuk menggoda dan merayu manusia.

وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ -٩٧-

“Dan katakanlah, “Ya Tuhan-ku, aku berlin-dung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan” (Al-Mukminun 97)


AN-NASGHUH

Dalam bahasa arah nasghoh adalah masuk diantara dua sesuatu untuk merusaknya. Ini adalah tahapan selanjutnya setelah bisikan-bisikan kejahatan. Mungkin kita memiliki teman akrab yang sering kita temui. Tapi suatu saat ada perasaan buruk bahwa selama ini teman itu pura-pura baik. Dia sebenarnya tidak suka kepada kita dan bermacam perasaan buruk lainnya. Al-Qur’an mencontohkan kisah Nabi Yusuf as, ketika beliau menceritakan apa yang dilakukan saudaranya kepadanya.

مِن بَعْدِ أَن نَّزغَ الشَّيْطَانُ بَيْنِي وَبَيْنَ إِخْوَتِي -١٠٠-

“Setelah setan merusak (hubungan) antara aku dengan saudara-saudaraku.” (Yusuf 100)

Dalam ayat lain Allah berfirman,

وَقُل لِّعِبَادِي يَقُولُواْ الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنزَغُ بَيْنَهُمْ -٥٣-

“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sungguh, setan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka.”
(Al-Isra’ 53) .

Terkadang kita sering suudzon dengan teman kita. Ketika kita mengucapkan salam dan dia tidak menjawab kita langsung berprasangka buruk. Mungkin saja dia sedang ada masalah atau tidak mendengar salam kita. jika prasangka itu mulai muncul maka cepatlah berlindung kepada Allah dari godaan setan yang membuat kita saling bermusuhan.

وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللّهِ-٢٠٠-

“Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah.” (Al-A’raf 200)

IZTIZLAL

Setelah melalui beberapa tahap diatas setan mulai menjadikan manusia tergelincir dari jalan kebenaran. Allah berfirman,

إِنَّمَا اسْتَزَلَّهُمُ الشَّيْطَانُ بِبَعْضِ مَا كَسَبُواْ-١٥٥-

“Sesungguhnya mereka digelincirkan oleh setan, disebabkan sebagian kesalahan (dosa) yang telah mereka perbuat (pada masa lampau).”
(Ali Imran 155)

AL-GHOWIYAH

Tahapan selanjutnya adalah penyesatan. Coba perhatikan, dia tidak langsung menyesatkan manusia. Dia melalui berbagai tahapan. Perlahan tapi pasti, manusia yang terlepas dari Allah pasti akan terjerat dalam rayuan setan.

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ -١٦-

(Iblis) menjawab, “Karena Engkau telah Menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus.” (Al-A’raf 16)

AL-MUQORONAH (Menjadi teman)

Setelah disesatkan, hubungan antara manusia ini dengan setan semakin akrab. Setan mulai menjadi temannya. Bisikan-bisikan setan semakin mudah merasukinya. Hal-hal yang buruk ditampilkan seakan menjadi baik dan indah.

وَقَيَّضْنَا لَهُمْ قُرَنَاء فَزَيَّنُوا لَهُم مَّا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ-٢٥-

“Dan Kami Tetapkan bagi mereka teman-teman (setan) yang memuji-muji apa saja yang ada di hadapan dan di belakang mereka.” (Fussilat 25)

Allah swt berfirman mengenai mereka yang berteman dengan setan,

وَمَن يَكُنِ الشَّيْطَانُ لَهُ قَرِيناً فَسَاء قِرِيناً -٣٨-

“Barangsiapa menjadikan setan sebagai temannya, maka (ketahuilah) dia (setan itu) adalah teman yang sangat jahat.”
(An-Nisa’ 38)

Kapan manusia menjadi teman setan? Ketika kita mulai melupakan Allah swt. Bukankah Allah berfirman,

وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَاناً فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ -٣٦-

“Dan barangsiapa berpaling dari pengajaran Allah Yang Maha Pengasih (al-Quran), Kami Biarkan setan (menyesatkannya) dan menjadi teman karibnya.” (Az-Zukhruf 36)

Mungkin manusia merasakan berbagai kenikmatan dunia ketika berteman dengan setan. Namun ketika di akhirat dia akan benar-benar menyesal, tapi tak ada waktu lagi untuk merubah keadaan. Tugas setan telah selesai.

حَتَّى إِذَا جَاءنَا قَالَ يَا لَيْتَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ بُعْدَ الْمَشْرِقَيْنِ فَبِئْسَ الْقَرِينُ -٣٨-

Sehingga apabila orang-orang yang berpaling itu datang kepada Kami (pada hari Kiamat) dia berkata, “Wahai! Sekiranya (jarak) antara aku dan kamu seperti jarak antara timur dan barat! Memang (setan itu) teman yang paling jahat (bagi manusia).” (Az-Zukhruf 38)

MENJADI ANGGOTA PARTAI SETAN

Tak cukup menjadi teman, setan juga memiliki partai. Pendirinya adalah setan dan anggotanya adalah orang-orang yang mau diajak bekerja sama untuk merusak anak Adam. Dan tujuan partai ini hanya satu, yaitu menyesatkan anak Adam sampai akhir masa. Allah berfirman,

أُوْلَئِكَ حِزْبُ الشَّيْطَانِ أَلَا إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ -١٩-

“Mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa golongan setan itulah golongan yang rugi.” (Al-Mujadalah 19)

MENJADI SAUDARA

Setelah dijadikan teman oleh setan, direkrut dalam partainya, kini ia menjadikan manusia yang mulai tergoda ini sebagai saudara.

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُواْ إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ-٢٧-

“Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan.” (Al-Isra’ 27)

Jangan pernah meremehkan perbuatan mubadzir atau menghambur-hamburkan harta bukan pada tempatnya karena akibatnya adalah menjadi saudara setan.

MASUK DALAM CENGKERAMAN SETAN

Saat seorang telah masuk dalam cengkraman setan, sangatlah sulit untuk lepas darinya. Karena setan telah menguasai jiwanya.

اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ -١٩-

“Setan telah menguasai mereka, lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah.” (Al-Mujadalah 19)

Nabi Musa as pernah bertemu dengan Iblis, ia bertanya,

Dalam Hadist Qudsi, Allah swt pernah berfirman kepada Nabi Daud as,

“Wahai Dauh, berilah kabar gembira kepada para pendosa dan berilah peringatan kepada orang-orang yang taat !”
Daud bertanya, “Ya Allah, bagaimana aku harus memberi kabar gembira kepada pendosa dan memberi peringatan kepada orang yang taat?”
Allah menjawab, “Wahai Daud, berilah kabar gembira kepada para pendosa karena aku akan mengabulkan taubat mereka. Dan berilah peringatan kepada orang yang taat karena aku tidak akan mentolerir kecongkakan dan merasa sudah beramal dihadapan-Ku”

Inilah bahaya orang yang ujub dan bangga diri.

MENJADIKANNYA PENGIKUT PALING SETIA

Setelah setan menguasai jiwa seseorag, dia akan menjadi wali baginya. Dalam bahasa arab, kata wala’ (sumber dari kata wali) adalah taat dan cinta. Karena itu, para auliya’ Allah adalah mereka yang taat dan mencintai Allah. Sementara Allah swt berfirman untuk para Auliya’ Setan,

إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاء لِلَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ -٢٧-

“Sesungguhnya Kami telah Menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Al-Baqarah 27)


وَمَن يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيّاً مِّن دُونِ اللّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَاناً مُّبِيناً -١١٩-

“Barangsiapa menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sungguh, dia menderita kerugian yang nyata.” (An-Nisa’ 119)

Setelah setan menjadi pemimpin para pengikutnya, dia menggunakan manusia-manusia ini untuk menyesatkan saudaranya yang lain. Setan tidak akan berhenti sampai mereka menyesatkan mereka dengan kesesatan yang jauh sehingga mereka tidak bisa kembali lagi.

وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُضِلَّهُمْ ضَلاَلاً بَعِيداً -٦٠-

“Dan setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) kesesatan yang sejauh-jauhnya.” (AN-Nisa’ 60)

TIDAK MENYEMBAH KECUALI SETAN

Dan tahap terakhir pada serangkaian tahap di atas adalah menjadikan manusia menyembah setan dan tidak boleh menyembah selainnya. Jika telah sampai pada tahap ini, maka tugas setan telah berhasil.

أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَن لَّا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ -٦٠-

“Bukankah Aku telah Memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu.”
(Yaasin 60)

Dipembahasan tadi sempat di singgung tentang orang-orang pemboros, iya hal ini juga kita patut hati-hati, syaithan selalu ada di setiap langkah yang akan kita kerjakan, mereka akan selalu menghasut kita menjadi orang yang haus akan dunia, walaupun kita sudah berhijrah mereka tetap menggoda kita sampai kiamat dan kita yang sudah berhijrah perhatikan lah setiap hal yang akan kita kerjakan, apakah hal yang kita kerjakan itu mengikuti langkah setan atau tidak.

Aku melihat banyak dari kalian sering lupa diri saat membeli sesuatu, niatnya beli satu tapi saat pulang bawa lima kantung belanjaan.  Ini adalah contoh mereka yang mengikuti godaan syaithan, harta mereka, mereka belanjakan kepada hal yang tidak bermanfaat dan hal ini bisa dinamakan Mubadzir

وَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا 

Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros

Bahkan

نَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا 

Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.

Teman-temanku mari tinggalkan perkara yang sia-sia, karena jika kalian terus-menerus tidak mengubahnya maka kamu termasuk saudara-saudara syaithan. Sedekahkanlah sebagian hartamu pada orang miskin, masa tidak mau mendapat pahala dan lebih memilih mengikuti godaan setan? Jangan mau ya teman, biarkanlah mereka yang membeli sesuatu dengan berlebih-lebihan, jangan ikuti mereka, sesungguhnya mereka sudah masuk dengan golongan setan. Persiapkan amunisi kita dengan iman dan Taqwa, untuk melawan tingginya kesabaran dan kesungguhan Syaithan dalam menggoda manusia.

Iblis menjawab : “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan menghalangi mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (Al-A’raf : 16-17)

Ketika iblis menjalankan misinya (menjauhkan manusia dari ketaatan kepada Allah), maka saat itu Allah menyebutnya sebagai "syaithan". Karena apa yang Iblis lakukan adalah perbuatan setan. Dalam rangka menyesatkan bani Adam dari jalan yang lurus, syaithan mempersiapkan cara dan jebakan-jebakan.

Apakah makna godaan setan dari arah depan, belakang, sebelah kanan, dan sebelah kiri dalam ayat ini? Mengapa setan tidak menyebutkan godaan dari arah atas?

Imam Ibnu Katsir Rahimahullahu Ta’ala menjelaskan ayat ini dengan mengutip pendapat dari sahabat mulia ‘Abdullah bin ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhu. Sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhiim, makna godaan setan dari arah depan ialah setan akan menjadikan manusia ragu terhadap kehidupan akhirat. Godaan dari arah belakang bermakna setan akan menjadikan manusia cinta kepada dunia. Godaan dari sebelah kanan berarti setan akan menjadikan manusia samar-samar dalam urusan agama. Sedangkan bisikan dari arah kiri memiliki pengertian setan menjadikan manusia mencintai dan gandrung terhadap perbuatan sia-sia, maksiat, dan dosa.

Sementara itu, al-Hakam bin Abban menuturkan dari ‘Ikrimah dari sahabat mulia ‘Abdullah bin ‘Abbas, “Allah Ta’ala tidak berfirman ‘dari atas mereka’ karena rahmat itu diturunkan dari arah atas.”

Sebab setan tidak pernah rehat dan terus menerus menggoda kita, mari senantiasa tingkatkan keimanan dan ketaqwaan, selalu waspada seraya meminta perlindungan kepada Allah Ta’ala. Dialah sebaik-baiknya Zat yang melindungi. Dalam Perlindungan-Nya, tiada satu pun yang mampu menggoda. Kami berlindung kepada Allah Ta’ala dari godaan setan yang terkutuk. Sertakanlah Allah dalam setiap aktivitas kita, supaya Syaithan tak mendapat tempat didalamnya.

Tahukah kamu, dengan berdoa sebelum beraktivitas dapat menghindarkan kita dari gangguan jin dan syetan. Hanya Allah yang melindungimu dan senantiasa menghindarkanmu dari keburukan. Maka jangan pernah lupa berdoa. Seperti yang sering aku katakan, awali hari dengan bersyukur, dan mengucap "Bismillah" pada setiap aktivitas kalian.

“Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya.” (An-Nahl:99)

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.” (Al-‘Araf:201)

Pernah tidak kita bergumam sendiri,

"Kenapa ya aku mudah banget melakukan hal-hal salah dan melanggar syari'at islam?"

Nah salah satu faktor terbesarnya adalah kita lupa melibatkan Allah pada setiap kegiatan kita. Karena jika kita lengah sedikit saja untuk melibatkan Allah, maka Syaitan langsung mendapat tempat yang leluasa untuk mempengaruhi berbuat maksiat.

Caranya melibatkan Allah seperti apa?

Simple saja, cukup membaca do'a sesuai yang akan kita kerjakan. Makan, minum, tidur, bangun tidur, masuk kamar mandi, buka baju, memakai baju, berpergian, masuk rumah dan semua aktifitas kita lainnya. Jiika belum hafal do'a khususnya, sembari menghafal kita baca dulu saja dengan "Bismillahirrahmanirrahiim" InsyaAllah, dengan kita selalu menyertai Allah dalam setiap aktifitas, maka Syaitan dengan sendirinya menghindar dari kehidupan kita karena merasa bahwa dia tidak punya tempat menghasut untuk berbuat maksiat. Sesuai yang telah Allah firmankan diatas tadi.

Apa yang membedakan kita sedang terperdaya dengan tipu daya setan, atau terperdaya oleh hati kecil kita saja?

Syetan itu bisa menggoda diri kita dari berbagai penjuru.

“Sesungguhnya (setan) itu hanya menyuruh kamu agar berbuat jahat dan keji, dan mengatakan apa yang tidak kamu ketahui tentang Allah.” (Al-Baqarah 169)

Maka sudah dipastikan setiap pemikiran atau niat jahat yang timbul dari diri kita adalah pemikiran yang berasal dari Syaithan. Dan jika kita membiarkannya tetap berada dalam pikiran kita atau bahkan kita ikuti kemaunnya, itu artinya kita telah selangkah masuk dalam golongan para Syaithan.

Setan itu adalah sifat, jadi bilamana kamu marah, malas,, kamu enggan, atau keikhlasanmu terganggu untuk beribadah, maka kamu sedang dalam perangkap setan. Dan kalau siapa saja yang benar-benar menuruti kelalaian itu, sehingga melakukan kemaksiatan, maka orang itu dapat disebut sebagai Setan. Na'udzubillah tsumma na'udzubillah. Semoga kita mampu melawan setiap godaan dan gempuran syaithan.


Apa saja Amalan yang bisa menghindarkan kita dari tipu daya syaitan?

1. Beriman dan bertauhid dengan sebenar-benarnya.

Hal tersebut bisa kita raih, dengan kita mempelajari syari't islam. Menggunakan akal fikiran kita untuk mendalami kebenaran Allah. Sehingga kita mempunyai alasan untuk meyakini bahwa hanya Allah yang layak kita patuhi segala aturan-Nya.

“Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Rabb-nya. Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah”.[An Nahl : 99, 100].

2. Perbanyak Dzikrullah.

Dzikrullah adalah benteng kokoh untuk menghalangi Syaitan dalam pengaruhi diri kita. Hal ini diketahui dari pemberitaan Allah melalui para rasulNya. Antara lain melalui lisan Nabi Yahya Alaihissallam, sebagaimana hadits di bawah ini.

Dari Al Harits Al Asy’ari, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah memerintahkan Yahya bin Zakaria Alaihissallam dengan lima kalimat, agar beliau mengamalkannya dan memerintahkan Bani Israil agar mereka mengamalkannya (di antaranya)… Aku perintahkan kamu untuk dzikrullah (mengingat, menyebut Allah). Sesungguhnya perumpamaan itu seperti perumpamaan seorang laki-laki yang dikejar oleh musuhnya dengan cepat, sehingga apabila dia telah mendatangi benteng yang kokoh, kemudian dia menyelamatkan dirinya dari mereka (dengan berlindung di dalam benteng tersebut). Demikianlah seorang hamba tidak akan dapat melindungi dirinya dari setan, kecuali dengan dzikrullah”. [HR Ahmad]

3. Meyakini Kelemahan Tipu Daya Setan.

Kebanyakan mereka yang terkena tipu daya setan itu, merasa bahwa pengarus setan sangat sulit untuk dia hindari. Padahal, dengan sikapnya mengakui kekuatan syaitan, justru syaitan dengan bangganya terus memengaruhi kita.

“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan setan itu, karena sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah”. [An Nisa` : 76].

4. Bertaubat dan istighfar.

Selama nafas masih didada dan selama kesempatan taubat masih Allah buka. Maka pergunakanlah itu sebaik-baiknya. Karena sungguh syaitan akan merasa tersiksa melihat, manusia yang begitu susah mereka tipu daya namun sekejap lalu bertaubat kepada Allah Ta'ala.

“Dari Abu Sa’id Al Khudri, dia berkata, Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Iblis berkata kepada Robbnya,’Demi kemuliaan dan keagunganMu, aku senantiasa akan menyesatkan anak-anak Adam selama ruh masih ada pada mereka’. Maka Allah berfirman, Demi kemuliaan dan keagunganMu, Aku senantiasa akan mengampuni mereka selama mereka mohon ampun kepadaKu”. [HR Ahmad].

5. Perbanyak Baca Al Qur'an

“Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, janganlah kamu menjadikan rumah-rumah kamu sebagai kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surat Al Baqarah di dalamnya”.[HR Muslim, no. 780]

Bagaimana cara meluruskan niat yang benar-benar karena Allah, karena terkadang niat senantiasa digoda oleh tipu daya syaithan?

Salah satu amal baik kita yaitu senantiasa meluruskan niat, karena dari niatlah hasil yang baik akan kita dapatkan contohnya : Bisa jadi keberkahan yang Allah berikan, ketenangan, dan kebahagiaan adalah bentuk hasil dari niat yang benar karena Allah.

Tiap-tiap amal harus disertai dengan niat, dan balasan bagi setiap amal manusia tergantung kepada apa yang diniatkannya…” (H.R. Bukhari)

Bagaimana caranya agar selalu niat karena Allah?

Kita harus memaknai betul hasil dari niat tersebut,
Jika kita niat baik apapun hasilnya baik
Jika kita niat baik surga balasannya

Jadi kita harus tahu apa hasil dari niat tersebut dan jika kita berusaha dan terus sadar bahwa kita sedang meluruskan niat Insyaa Allah setan akan gagal menggoda kita untuk tidak meluruskan niat  Wallahu a'lam Bissowab.

Sekian pembahasan tentang tipu daya Syaitan kali ini, semoga dari ini kita semua sama-sama belajar taat kepada Allah dan meluruskan niat.

[DIKUTIP DARI BERBAGAI SUMBER]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tipu Daya Syaithan

Kalian tahu tidak jika Syaithan itu bukanlah sesosok makhluk yang menyeramkan, bukan seperti kuntilanak, pocong, dll. Tapi, Syaithan itu ada...